Selasa, 23 Juni 2015

JALAN HIJRAH MUSLIMAH




Dari tidak memakai kerudung, mulai memakai kerudung.
Dari kerudung pendek, mulai melebarkan kerudung.
Dari memanjangkan kerudung, mulai memanjangkan lagi dan lagi.
Dari berpunuk unta, mulai membiarkannya rata.
Dari tangan terbuka, mulai ditutup baju lengan panjang.
Dari ditutup dengan baju, mulai memakai sarung tangan.
Dari kaki terbuka, mulai ditutup agar tak terbuka.

Adakah ringan menjalani semua itu?
Adakah mudah menempuh semuanya?

Belum lagi mendengar cacian orang.
Belum lagi menempuh anggapan saudara.
Belum lagi bersabar dengan kritikan kawan-kawan.

Ya, semua tak mudah.

Dalam kepedihan menerima kritikan dan cacian,
INGIN TAU APA YANG PALING PEDIH BAGI ORANG YANG MENCOBA BERHIJRAH MENCARI SEKELUMIT RIDHA ALLAH?

YANG PALING PEDIH ADALAH,
Bila orang memandang kita baik!
Memandang kita sempurna.
Memandang kita cukup terjaga.

Sedangkan hati masih dicemari dosa dosa.
Sedangkan ilmu masih lagi tak ada apa apanya.
Padahal, terkadang riya' sini sana.

Sedangkan,
Orang ingat,
Muslimah berkerudung panjang itu tinggi ilmunya.
Muslimah berniqab itu baik akhlaknya.
Muslimah tertutup itu sempurna orangnya.

Sedih bukan dianggap begitu?
Sedangkan diri sebenarnya tak seindah itu.

Orang yang memandang seperti itu tidak tahu,
Apa yang muslimah itu rasakan.
Apa yang muslimah itu tempuh,
Dalam waktu dia mencoba hijrah.

Orang tidak tahu,
Muslimah itu kadang kadang rapuh.
Kadang kadang jatuh.
Kadang kadang tak utuh.
Kadang kadang menyimpang jauh.

Muslimah itu kadang kadang tersesat.
Kadang kadang lebih berdosa dari pendosa.
Kadang kadang tergelincir dari landasannya.

Orang itu tidak tahu,
Muslimah itu sama.
Manusia biasa.
Punya rasa.
Punya jiwa.

Orang tidak tahu,
Muslimah itu juga sedang berperang melawan nafsu dunia.
Karena Ia sadar,
Hatinya tidak sejernih yang orang lain katakan.
Berusaha mencapai harapan orang-orang yang berharap tinggi padanya.

Tabahlah Muslimah.
Andai jalan itu yang dipilih,
Allah pun telah memelihara kita,
Allah telah menjaga kita.

Lalu, ia kembali lagi pada cara kita menjaga apa yang Allah jaga untuk kita.

“Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.”
- Hadist Riwayat Muslim -



(Source: atmaidha11.blogspot.com,
Cc: fastabiqulkhoirot.tumblr.com)

Kamis, 04 Juni 2015

EDISI BAPER

Harus dimulai dari mana?
Dari sekian banyak manusia
Harus dimulai dari mana
Aku menceritakanmu?

Tak banyak yang ingin kuceritakan. Aku hanya sedang ingin melampiaskan perasaanku dengan menulis, menuliskan sosokmu lewat tuts-tuts keyboard yang kutekan.
2 tahun memang bukan waktu yang sebentar, bukan pula waktu yang lama.
Tapi tetap saja, sebagai gadis petakilan, Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta *plak* *malah promosi buku orang*
Tetap saja aku sudah jatuh, padamu.

Jadi, bagaimana rencanamu melanjutkan pendidikan di Kota Kembang?
Yang harus kamu tahu, sesibuk apapun aktivitasmu, ada yang selalu mendukungmu, sepanjang waktu.

Akhir-akhir ini sering kepikiran rencanamu yang pengin tinggal di kota orang, kalo aku kangen kan repot, hiks :'D
Eh, enggak sih, masih bisa video call, kan? Tapiii, tentu aja, aku mana pernah mau, ditelpon aja masih suka dag-dig-dug, apalagi video call, aku kan malu-malu tai kucing :))


By the way, masih inget ini, gak?


(Buku Wanita-Wanita Calon Penghuni Surga. Awal Februari 2014)


(Ini ceritanya pas ulang tahun ke-17. 1 September 2014. Dapet kabar baik, masuk semi-final lomba Bahasa Inggris, trus dapet ini pula, katanya ini asli bikinan sendiri, percaya aja kok percaya :D Duh, hidup berasa kek drama :v)


(Pengen ikut lomba lari, trus tetiba diajak ikut event Samarinda City Run, couple deh jadinya, wkwkwk. Acaranya kelar jam 11, jam 9 malah bubar deluan cari makan, malah dapet menu soto yang banyak daun seledrinya, habislah mangkuk dibikinin pager #NamanyaKitaLaperLaluMelupa :| Akhir tahun 2014)


(Tulisannya masih bisa dibaca, kok. Hahaha. Saking bebalnya otakku di pelajaran Matematika. Pertengahan Mei, menjelang Ujian Nasional 2015)


 (Wisuda Kelulusan Sekolah Menengah. Ini ceritanya udah mau pulang, nyampe parkiran ditelpon, alhasil poto wisudaan di parkiran. Gapapa, ini parkiran hotel kok. Sekali lagi, INI PARKIRAN HOTEL KOK. Biar keliatan elit. 6 Mei 2015)


(Percakapan absurd selepas senja. Namanya kita lagi stress gegara SBMPTN 2015 :'( 3 Juni 2015)



Mataku mulai terasa basah. Tapi aku sadar, aku dan kamu harus menatap masa depan. Benar, aku hanya tak ingin kehadiranku menjadi pion kecil yang menghalangi langkahmu menuju impianmu.
Jadi, lebih baik aku mendekati Tuhan kita, mengemis mentakdirkan kita untuk bersama dan bersatu untuk saling beriringan ke manapun. Bila memang bukan dirimu, pokoknya harus dirimu! Terlalu memaksa, memang, tapi bukan itu maksudku. Bila memang bukan dirimu, setidaknya aku bersyukur telah dipertemukan dan diperkenalkan dengan sosokmu yang dikagumi teman-teman. Jealous? ENGGAK KOK ENGGAK Mengetahui dirimu memang seperti yang aku pikirkan, justru aku semakin mengagumimu.

Aku terlalu puitis, ya? Maaf, bila itu membuatmu ingin muntah. Muntahkan saja. Menurutku, aku yang puitis dan kamu yang humoris tapi jatohnya jayus adalah perpaduan paling absurd yang kuketahui, tapi juga sweet, kembang gula mah lewat~~~

 "...Aku tahu, tak ada yang lebih nyaman dari rindu yang akhirnya dipertemukan. Jadi kubiarkan saja perasaan yang menggebu-gebu ini terus berkobar hingga saatnya ada ledakan yang akhirnya membuatku lega. Percayalah, aku hanya ingin kamu tahu, bukan terbalaskan."

Don't promise that you're gonna write
Don't promise that you'll call
Just promise that you won't forget we had it all
(Summer Love by One Direction)


Thank you for being you.



Dariku,



Yang merindukanmu di siang bolong.