Rabu, 28 Januari 2015

Basah Kuyup




Hujan ...

Tiap tetesannya menggelitik
Pikiranku dijalari
Bak aliran sungai aliri tubuhku.

Hujan ...
Ia memiliki banyak kegunaan
Serta beberapa arti lain.

Hujan juga menghapus jejak
Mengaburkan jejak kaki
Hingga jalan kecil saja sulit untuk dilalui
Dan semua itu adalah hal yang baik untuk hari ini.

Aku gemetar
Rasa kebas menyebar melalui kulit
Begitu dingin
Rasanya ingin berhenti
Lalu hanya diam
Tanpa bergerak, tanpa berpikir
Tanpa merasa kesakitan untuk selamanya.

Sabtu, 24 Januari 2015

Kicauan Rindu




Bertemu denganmu adalah impiku.
Melihatmu adalah kebahagiaan untukku.
Memelukmu adalah bentuk rinduku.
Berjalan disampingmu adalah mimpi perjalananku.

Mama, 
Kau telah dikafani dengan kain kafan yang bagus.
Masihkah kau memakai kain kafan itu?

Kata orang sholih,
"Kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan dari Surga,
dan ada pula yang diganti dengan kain kafan dari Neraka."
Kain kafan dari mana yang Mama kenakan sekarang?

Mama,
Saat itu tubuhmu yang segar bugar diletakkan di liang lahat.
Masih bugarkah tubuhmu hingga hari ini?

Orang-orang alim berkata,
"Semua hamba kelak akan ditanya tentang imannya,
Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang diam membisu."
Yang kuharapkan, semoga Mama bisa menjawab pertanyaan itu.


Katanya, kuburan itu bisa dibuat luas atau sempit.
Bagaimana kuburan Mama sekarang?
Bertambah luas, ataukah sebaliknya?

Katanya, kuburan itu merupakan secuil taman dari taman Surga,
tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka.
Bagaimana kuburan Mama sekarang?
Taman Surga ataukah lubang Neraka?

Katanya, liang kubur bisa menghangati mayat,
dengan memeluknya seperti pelukan Ibu terhadap Anaknya,
tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang.
Bagaimana keadaan tubuh Mama sekarang?

Dulu, tiap aku memanggilmu, kau selalu menjawab,
tetapi kini kau kupanggil-panggil tak lagi menjawabku.
Kita telah berpisah dan takkan berjumpa sampai datangnya hari qiamat.

Mama,
Aku merindukanmu, sangat.
Kau tahu, dua lelaki yang ada di rumah juga merasakannya.
Belasan tahun lamanya kita tak bersua.
Semoga rindumu juga sama.

Yang kuingin adalah menjadi anak yang sholihah.
Agar amalan yang kau miliki takkan terputus.
Sujudku memohon doa yang berbisik halus.
Berharap kelak kita 'kan bertemu, di Jannah-Nya.


Salam sayang,
Perempuan Pengagummu