Minggu, 12 Juli 2015

Just A Feeling (Hanya Sebuah Perasaan)

Obsessed, depressed at the same time
I can't even walk in a straight line
I'm a light in the dark , no sunshine
No sunshine, no sunshine

(Just A Feeling by Maroon 5)





Beberapa malam sebelum Ramadhan 1436 H berakhir. Saya pikir ini adalah kabar buruk bagi saya, bulan Ramadhan yang tidak menyenangkan.
Senang, lega, bersyukur adalah perasaan yang dirasakan oleh orang-orang yang lulus dalam suatu ujian/tes/seleksi/hal-hal semacamnya, salah satunya SBMPTN 2015 (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2015). Tetapi tidak, yang saya rasakan justru perasaan kecewa, marah, menyalahkan keadaan, orang-orang dan perasaan-perasaan negatif lainnya.

Itu semua karena saya terlalu menginginkan hal yang tidak bisa saya dapatkan. Saya pikir ini adalah titik terendah saya. Ya, menangis dalam diam selama beberapa hari. Menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan orang-orang yang tidak mengerti betapa inginnya saya berada di "tempat" itu.

Tapiii...
Sabar...
Sabar...
Sabar...

Masih ada Seleksi Mandiri. Kalaupun tidak ikut Seleksi Mandiri karena suatu hal, tak apa, mungkin memang rezekinya di si. Tempat awal untuk belajar memperbaiki karya saya yang masih "rendah" nilainya.

Cerita dari salah satu teman, Muhammad Galang Pratama (MgP) membuka mata hati saya. Ia adalah seseorang yang ingin berada di dunia kesehatan, tetapi malah masuk di bidang hukum. Dan selama semester 1-3 saya kaget kalau IPK dia adalah:
4,00
(( 4,00 ))
(( 4, 00 WOY GILAK KEREN PARAH ITU MAH ))
Silakan yang pengen kenalan add aja akun Facebook doi di Galang Pratama Muhammad (https://web.facebook.com/MgP.3NPhi?fref=ts)
Udah pinter, karya tulisnya sering menang, cakep, sholeh pulak! (abis ini endorse balik gue pokoknya hahhaah)

Ada juga pengalaman dari teman guru bahasa Indonesia saya. Pengen kuliah di bahasa Inggris dan Perancis, tapi malah nyasar di bahasa Indonesia. Tapi akhirnya jadi guru bimbel bahasa Inggris juga, yeay!

Yang terakhir datang dari cerita temen rohis yang punya temen di Sastra Inggris, nyesel pernah ga terima kalau dia ada di jurusan tersebut. Dan baru bulan Juni tadi dia lulus.


Ternyata, ilmu itu ada di mana-mana, ya! Asal kita mau berusaha, pasti bisa didapat.

Ok, deh. Sampe sini dulu. Mau masak buat buka puasa soalnya :p
Have a blast day!



Airis Q.
di cerah sore hari
Samarinda, 12 Juli 2015

Selasa, 23 Juni 2015

JALAN HIJRAH MUSLIMAH




Dari tidak memakai kerudung, mulai memakai kerudung.
Dari kerudung pendek, mulai melebarkan kerudung.
Dari memanjangkan kerudung, mulai memanjangkan lagi dan lagi.
Dari berpunuk unta, mulai membiarkannya rata.
Dari tangan terbuka, mulai ditutup baju lengan panjang.
Dari ditutup dengan baju, mulai memakai sarung tangan.
Dari kaki terbuka, mulai ditutup agar tak terbuka.

Adakah ringan menjalani semua itu?
Adakah mudah menempuh semuanya?

Belum lagi mendengar cacian orang.
Belum lagi menempuh anggapan saudara.
Belum lagi bersabar dengan kritikan kawan-kawan.

Ya, semua tak mudah.

Dalam kepedihan menerima kritikan dan cacian,
INGIN TAU APA YANG PALING PEDIH BAGI ORANG YANG MENCOBA BERHIJRAH MENCARI SEKELUMIT RIDHA ALLAH?

YANG PALING PEDIH ADALAH,
Bila orang memandang kita baik!
Memandang kita sempurna.
Memandang kita cukup terjaga.

Sedangkan hati masih dicemari dosa dosa.
Sedangkan ilmu masih lagi tak ada apa apanya.
Padahal, terkadang riya' sini sana.

Sedangkan,
Orang ingat,
Muslimah berkerudung panjang itu tinggi ilmunya.
Muslimah berniqab itu baik akhlaknya.
Muslimah tertutup itu sempurna orangnya.

Sedih bukan dianggap begitu?
Sedangkan diri sebenarnya tak seindah itu.

Orang yang memandang seperti itu tidak tahu,
Apa yang muslimah itu rasakan.
Apa yang muslimah itu tempuh,
Dalam waktu dia mencoba hijrah.

Orang tidak tahu,
Muslimah itu kadang kadang rapuh.
Kadang kadang jatuh.
Kadang kadang tak utuh.
Kadang kadang menyimpang jauh.

Muslimah itu kadang kadang tersesat.
Kadang kadang lebih berdosa dari pendosa.
Kadang kadang tergelincir dari landasannya.

Orang itu tidak tahu,
Muslimah itu sama.
Manusia biasa.
Punya rasa.
Punya jiwa.

Orang tidak tahu,
Muslimah itu juga sedang berperang melawan nafsu dunia.
Karena Ia sadar,
Hatinya tidak sejernih yang orang lain katakan.
Berusaha mencapai harapan orang-orang yang berharap tinggi padanya.

Tabahlah Muslimah.
Andai jalan itu yang dipilih,
Allah pun telah memelihara kita,
Allah telah menjaga kita.

Lalu, ia kembali lagi pada cara kita menjaga apa yang Allah jaga untuk kita.

“Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.”
- Hadist Riwayat Muslim -



(Source: atmaidha11.blogspot.com,
Cc: fastabiqulkhoirot.tumblr.com)

Kamis, 04 Juni 2015

EDISI BAPER

Harus dimulai dari mana?
Dari sekian banyak manusia
Harus dimulai dari mana
Aku menceritakanmu?

Tak banyak yang ingin kuceritakan. Aku hanya sedang ingin melampiaskan perasaanku dengan menulis, menuliskan sosokmu lewat tuts-tuts keyboard yang kutekan.
2 tahun memang bukan waktu yang sebentar, bukan pula waktu yang lama.
Tapi tetap saja, sebagai gadis petakilan, Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta *plak* *malah promosi buku orang*
Tetap saja aku sudah jatuh, padamu.

Jadi, bagaimana rencanamu melanjutkan pendidikan di Kota Kembang?
Yang harus kamu tahu, sesibuk apapun aktivitasmu, ada yang selalu mendukungmu, sepanjang waktu.

Akhir-akhir ini sering kepikiran rencanamu yang pengin tinggal di kota orang, kalo aku kangen kan repot, hiks :'D
Eh, enggak sih, masih bisa video call, kan? Tapiii, tentu aja, aku mana pernah mau, ditelpon aja masih suka dag-dig-dug, apalagi video call, aku kan malu-malu tai kucing :))


By the way, masih inget ini, gak?


(Buku Wanita-Wanita Calon Penghuni Surga. Awal Februari 2014)


(Ini ceritanya pas ulang tahun ke-17. 1 September 2014. Dapet kabar baik, masuk semi-final lomba Bahasa Inggris, trus dapet ini pula, katanya ini asli bikinan sendiri, percaya aja kok percaya :D Duh, hidup berasa kek drama :v)


(Pengen ikut lomba lari, trus tetiba diajak ikut event Samarinda City Run, couple deh jadinya, wkwkwk. Acaranya kelar jam 11, jam 9 malah bubar deluan cari makan, malah dapet menu soto yang banyak daun seledrinya, habislah mangkuk dibikinin pager #NamanyaKitaLaperLaluMelupa :| Akhir tahun 2014)


(Tulisannya masih bisa dibaca, kok. Hahaha. Saking bebalnya otakku di pelajaran Matematika. Pertengahan Mei, menjelang Ujian Nasional 2015)


 (Wisuda Kelulusan Sekolah Menengah. Ini ceritanya udah mau pulang, nyampe parkiran ditelpon, alhasil poto wisudaan di parkiran. Gapapa, ini parkiran hotel kok. Sekali lagi, INI PARKIRAN HOTEL KOK. Biar keliatan elit. 6 Mei 2015)


(Percakapan absurd selepas senja. Namanya kita lagi stress gegara SBMPTN 2015 :'( 3 Juni 2015)



Mataku mulai terasa basah. Tapi aku sadar, aku dan kamu harus menatap masa depan. Benar, aku hanya tak ingin kehadiranku menjadi pion kecil yang menghalangi langkahmu menuju impianmu.
Jadi, lebih baik aku mendekati Tuhan kita, mengemis mentakdirkan kita untuk bersama dan bersatu untuk saling beriringan ke manapun. Bila memang bukan dirimu, pokoknya harus dirimu! Terlalu memaksa, memang, tapi bukan itu maksudku. Bila memang bukan dirimu, setidaknya aku bersyukur telah dipertemukan dan diperkenalkan dengan sosokmu yang dikagumi teman-teman. Jealous? ENGGAK KOK ENGGAK Mengetahui dirimu memang seperti yang aku pikirkan, justru aku semakin mengagumimu.

Aku terlalu puitis, ya? Maaf, bila itu membuatmu ingin muntah. Muntahkan saja. Menurutku, aku yang puitis dan kamu yang humoris tapi jatohnya jayus adalah perpaduan paling absurd yang kuketahui, tapi juga sweet, kembang gula mah lewat~~~

 "...Aku tahu, tak ada yang lebih nyaman dari rindu yang akhirnya dipertemukan. Jadi kubiarkan saja perasaan yang menggebu-gebu ini terus berkobar hingga saatnya ada ledakan yang akhirnya membuatku lega. Percayalah, aku hanya ingin kamu tahu, bukan terbalaskan."

Don't promise that you're gonna write
Don't promise that you'll call
Just promise that you won't forget we had it all
(Summer Love by One Direction)


Thank you for being you.



Dariku,



Yang merindukanmu di siang bolong.

Minggu, 15 Februari 2015

Si Pejuang Kehidupan

Hidup adalah perjuangan
Berjuang untuk meraih asa dan impian
Memang, keras sekali kehidupan
Sekeras batu karang di lautan

Jangan menyerah dengan kehidupan
Jangan berhenti di tengah jalan
Menyerah dan berhenti adalah pantangan
Pantangan bagi Si Pejuang Kehidupan

Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Di balik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat

Kebahagiaan datang untuk orang yang telah mencari
Kebahagiaan datang untuk orang yang telah mencoba
Kebahagiaan datang untuk orang yang telah berusaha
Dan kebahagiaan juga datang untuk orang yang telah berjuang

Bila aku mengikhlaskan diriku,
Aku akan menjadi apa yang kuinginkan
Bila aku mengikhlaskan apa yang kupunya,
Aku akan menerima apa yang kubutuhkan

Tuhan ...
Karuniai aku kesabaran yang tak terbatas
Dan ikhlas yang tak bertepi
Agar rintangan dan cobaan hidup ini
Terasa lebih ringan untuk dilalui

Kamis, 12 Februari 2015

Mengapa Muslimah Harus Mengenakan Hijab Syar'i?




"Lho, ini Mega? Bener kan ini Mega?"
"Mega sekarang jadi cewek, ya?"
"Widih, ada yang setelan barunya kayak Bu Haji, nih."
"Ha?! Habis kerasukan apa, Me?" (((( KERASUKAN ))))
"Assalaamu'alaykum, Ukhti. *sambil prangas-prenges gaje*"

Ada masa-masa bagi setiap orang mengalami proses spiritual. Barangkali karena perintah agama yang suci, ada yang terkadang bimbang, atau bahkan enggan. Menjalaninya, mengamalkannya, juga memenuhinya sebagai kewajiban kepada Tuhan. Merasa belum pantas, merasa masih banyak berlumur dosa, bahkan merasa jika kewajiban seringkali malah dijadikan alasan sebagai kemunduran, ketidaksetaraan, mengekang kebebasan.

Dulu, saat memutuskan pake hijab syar'i itu kalo gak salah awal Juli 2013. Aku akui, waktu memutuskan pake hijab syar'i, gak sedikit gangguan yang menyertaiku. Banyaaaaak banget pertanyaan, pernyataan, tatapan aneh, tentangan, cemoohan, nyinyiran dan guyonan buat aku, cewek SMA kelas X yang masih labil, mulai dari keluarga, teman-teman, guru-guru dan para tetangga. Tapi semuanya cuma aku kasih senyuman dan jawaban yang seharusnya aja. Aku kan orangnya sabodo teuing :)



Ada alasan-alasan kenapa aku harus mengenakan hijab syar'i, yaitu:

Alasan 1:
Berhijab adalah perintah Allah dalam Q.S. Al-Ahzab:59 dan An-Nur:31. Wanita yang berhijab belum tentu jauh dari dosa, tapi setidaknya dia berusaha taat kepada Allah. Berhijab bukan hanya untuk wanita sholihah saja, tapi juga untuk seluruh wanita yang ada di Bumi Allah, juga wanita yang ingin menjadi sholihah, yang perlahan-lahan sedang memperbaiki akhlak, tanggung jawab dan ibadahnya. Walaupun perbaikannya masih dalam bentuk terkecil dan sederhana. Mari berkhusnudzon dan dukung perbaikannya!

Alasan 2:
Hijab adalah identitas utama untuk dikenali sebagai seorang muslimah. Astri Ivo, seorang artis, justru mulai pake hijab waktu kuliah di Jerman.

Alasan 3:
Dengan berhijab syar'i, aku ngerasa lebih aman dari gangguan. Orang-orang bakal menyapaku "Assalaamu'alaykum" atau memanggilku "Ibu Haji" yang juga merupakan do'a. Jadi, selain ngerasa aman, bonusnya juga dapet do'a! Siapa yang gak seneng coba? Hal ini bakalan beda kalo ada perempuan yang pake pakaian "you can see everything".

Alasan 4:
Seorang muslimah bakal ngerasa lebih merdeka dalam artian yang sebenarnya. Perempuan yang pake rok mini di dalem angkot, misalnya, bakal resah buat nutupin bagian-bagian tertentu tubuhnya pake tas tangan. (Untungnya aku gak punya rok mini dan tas tangan, dulu lebih sering pake jeans dan ransel, tapi sekarang udah syar'i kok :p)
Nah, kalo aku naik angkot pake busana muslimah, aku bisa duduk sambil baring-baring seenakku ajalah. Yang terpenting harus jaga iffah dan izzah. Ayo, lebih merdeka yang mana?

Alasan 5:
Dengan berhijab syar'i, seorang muslimah bukan dinilai dari ukuran fisiknya, melainkan dari karya, kecerdasan dan kebaikan hatinya.

Alasan 6:
Dengan berhijab syar'i, kontrol ada di tangan perempuan, bukan lelaki. Perempuan itu sendiri yang berhak menentukan mana pria yang berhak dan tidak berhak melihatnya.

Alasan 7:
Dengan berhijab syar'i, pada dasarnya wanita telah menyeleksi calon suaminya. Orang yang gak punya dasar agama yang kuat bakalan ogah ngelamar wanita berhijab syar'i. (Bener, kan?)

Alasan 8:
Berhijab syar'i gak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan; berkarya untuk membela negara dan agama.



Oh iya, berhijab syar'i memang bukan satu-satunya indikator ketakwaan seseorang terhadap Tuhannya, tapi, berhijab syar'i adalah sebuah realisasi amaliyah dari keimanan seorang muslimah. Jadi, lakukanlah semampunya, gak perlu ada pernyataan-pernyataan negatif kayak, "Aku mau hijab-in hati dulu.". Hati kan urusan Allah, tugas manusia hanyalah beramal dengan ikhlas.

Yuk, sama-sama berjalan di jalan Allah. Semoga Allah tinggikan derajat kita dan menjadikan kita wanita yang bahagia di dunia dan akhirat kelak. Surga itu mahal, tapi, dengan belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik, insyaa Allah, Allah bakal gratiskan surga buat kita, aamiin.



Salam,

Airis Qatrunnada a.k.a Mega R.S.



(Source: Terinspirasi dari novel Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa)

Rabu, 28 Januari 2015

Basah Kuyup




Hujan ...

Tiap tetesannya menggelitik
Pikiranku dijalari
Bak aliran sungai aliri tubuhku.

Hujan ...
Ia memiliki banyak kegunaan
Serta beberapa arti lain.

Hujan juga menghapus jejak
Mengaburkan jejak kaki
Hingga jalan kecil saja sulit untuk dilalui
Dan semua itu adalah hal yang baik untuk hari ini.

Aku gemetar
Rasa kebas menyebar melalui kulit
Begitu dingin
Rasanya ingin berhenti
Lalu hanya diam
Tanpa bergerak, tanpa berpikir
Tanpa merasa kesakitan untuk selamanya.

Sabtu, 24 Januari 2015

Kicauan Rindu




Bertemu denganmu adalah impiku.
Melihatmu adalah kebahagiaan untukku.
Memelukmu adalah bentuk rinduku.
Berjalan disampingmu adalah mimpi perjalananku.

Mama, 
Kau telah dikafani dengan kain kafan yang bagus.
Masihkah kau memakai kain kafan itu?

Kata orang sholih,
"Kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan dari Surga,
dan ada pula yang diganti dengan kain kafan dari Neraka."
Kain kafan dari mana yang Mama kenakan sekarang?

Mama,
Saat itu tubuhmu yang segar bugar diletakkan di liang lahat.
Masih bugarkah tubuhmu hingga hari ini?

Orang-orang alim berkata,
"Semua hamba kelak akan ditanya tentang imannya,
Diantara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang diam membisu."
Yang kuharapkan, semoga Mama bisa menjawab pertanyaan itu.


Katanya, kuburan itu bisa dibuat luas atau sempit.
Bagaimana kuburan Mama sekarang?
Bertambah luas, ataukah sebaliknya?

Katanya, kuburan itu merupakan secuil taman dari taman Surga,
tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka.
Bagaimana kuburan Mama sekarang?
Taman Surga ataukah lubang Neraka?

Katanya, liang kubur bisa menghangati mayat,
dengan memeluknya seperti pelukan Ibu terhadap Anaknya,
tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang.
Bagaimana keadaan tubuh Mama sekarang?

Dulu, tiap aku memanggilmu, kau selalu menjawab,
tetapi kini kau kupanggil-panggil tak lagi menjawabku.
Kita telah berpisah dan takkan berjumpa sampai datangnya hari qiamat.

Mama,
Aku merindukanmu, sangat.
Kau tahu, dua lelaki yang ada di rumah juga merasakannya.
Belasan tahun lamanya kita tak bersua.
Semoga rindumu juga sama.

Yang kuingin adalah menjadi anak yang sholihah.
Agar amalan yang kau miliki takkan terputus.
Sujudku memohon doa yang berbisik halus.
Berharap kelak kita 'kan bertemu, di Jannah-Nya.


Salam sayang,
Perempuan Pengagummu